Blitar, MIMBARBANGSA.CO.ID – Misteri kematian tragis MTW (25), perempuan muda asal Desa Satriyan, Kanigoro, Kabupaten Blitar, akhirnya terungkap. Polisi mengungkapkan, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka MKS (29), warga Sanankulon, dipicu persoalan sepele namun berujung maut: pertengkaran setelah hubungan intim terkait masalah sperma.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menjelaskan kronologi kasus ini dalam konferensi pers Jumat sore (22/8/2025). Menurutnya, korban dan tersangka yang terlibat hubungan gelap sempat pesta minuman keras sebelum melakukan hubungan badan di kamar kos Jalan Kedondong, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Namun, usai berhubungan, terjadi cekcok. Korban marah lantaran tersangka menolak mengeluarkan sperma di dalam, sehingga terjadi perdebatan sengit. Pertengkaran itu memicu amarah tersangka hingga berujung penganiayaan brutal.
“Korban sempat hendak keluar kos, tapi ditarik oleh tersangka. Dalam kondisi terjatuh, korban dicekik dan ditendang di bagian leher hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Kapolres.
Melihat korban tak bergerak, tersangka panik dan mencoba menghubungi nomor darurat untuk meminta ambulans. Ia juga sempat memberi keterangan berbelit kepada keluarga korban, mengaku korban jatuh dan kepalanya terbentur. Namun, keluarga yang curiga segera melaporkan ke polisi. Penyelidikan pun mengarah kepada tersangka yang akhirnya ditangkap.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain botol miras, 53 butir pil dobel L, sprei, selimut, serta dompet milik korban. Terkait temuan obat terlarang tersebut, polisi masih mendalami kepemilikan dan jaringan peredarannya.
“Saat ini tersangka dijerat Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas AKBP Yudho.
Diketahui sebelumnya, jasad MTW ditemukan Rabu pagi (20/8/2025) dalam kondisi penuh lebam di kamar kos. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus oblong biru dan celana jins. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk proses lebih lanjut.
Kasus ini menambah daftar panjang tragedi hubungan gelap yang berujung maut. Persoalan pribadi, perselingkuhan, serta keterlibatan alkohol kerap menjadi pemicu konflik yang berakhir pada tindak kriminal.
Pertengkaran sepele usai berhubungan intim terkait sperma menjadi pemicu pembunuhan MTW oleh selingkuhannya, MKS, yang kini terancam hukuman penjara.
Saran Redaksi: Redaksi mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menjalin hubungan serta menjauhi perselingkuhan, alkohol, dan narkoba. Faktor-faktor tersebut terbukti sering memicu tindak kekerasan yang berujung pada penyesalan dan kehancuran hidup.
0Komentar